DEFINISI KEWIRAUSAHAAN

Pitria Juliani Riezki                 45212673
Merryta Elsa R                        44212554
Viliayanti Serawa                    47212591
Syarifah Nurfaiza                    47212262
Dwi Septyaningtyas                42212308
Hendra A.Setiawan                43210206

 

Pengertian kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari kata enterpeneur  yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual.
Wirausaha juga sering disebut wiraswasta yang artinya keberanian, keutamaan , keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri, dan wirausaha juga bisa diartikan sebagai kemampuan atau keberanian yang dimiliki seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam meraih kesuksesan.

‚Äď berdasarkan makna Wirausaha itu adalah pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha.

Beberapa sifat ‚Äď sifat dasar wirausaha diantaranya :
‚Äď seorang pencipta perubahan (the change creator)
‚Äď selalu melihat perbedaan sebagai peluang
‚Äď selalu berexperimen
‚Äď seorang pakar tentang dirinya
‚Äď melihat pengetahuan dan pengalaman untuk memicu kreativitas
‚Äď berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain

Beberapa ciri ‚Äď ciri wirausaha diantaranya :
‚Äď fokus yang terkendali
‚Äď berenergi yang tinggi
‚Äď kebutuhan akan prestasi
‚Äď bertoleransi terhadap keraguan
‚Äď percaya diri
‚Äď berorientasi terhadap tindakan
‚Äď ambisius
‚Äď harus optimis
‚Äď jangan putus asa
‚Äď dapat membaca peluang pasar

Kewirausahaan berkaitan dengan inovasi sebuah proses dinamis dalam meningkatkan kesejahteraan. Mengarahkan pada definisi baru ‚Äúperilaku berpikir strategis dan pengambilan resiko yang dilakukan oleh individu maupun organisasi‚ÄĚ.

Manfaat kewirausahaan adalah :
- memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri memiliki usaha sendiri akan memberikan kebebasan dan peluang bagi pebisnis untuk mencapai tujuan hidupnya.
‚Äď memberi peluang melakukan perubahan semakin banyak bisnis yang memulai usahanya karena mereka mendapat peluang untuk mengendalikan sumber daya alam yang terbatas
‚Äď memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya
‚Äď memiliki peluang untuk meraih keuntungan , walaupun pada tahap awal uang bukan daya tarik utama bagi wirausahawan, keuntungan berwirausaha merupakan faktor motivasi yang penting untuk mendirikan usaha sendiri.
‚Äď memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya
‚Äď memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam megerjakan usahanya

Fungsi kewirausahaan adalah :
- membuat keputusan penting dan mengambil resiko tentang tujuan dan sasaran perusahaan
‚Äď memutuskan tujuan dan sasaran perusahaan
‚Äď menetapkan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani
‚Äď menghitung skala usaha yang diinginkan
‚Äď menetukan modal yang diinginkan
‚Äď mengendalikan secara efektif dan efisien
‚Äď mencari dan menciptakan cara baru
‚Äď memasarkan barang dan jasa untuk memeberikan kepuasan kepada pelanggan

Adapaun faktor internal dan external diantaranya :

INTERNAL
- sumber daya financial
‚Äď sasaran dan tujuan
‚Äď manajemen usaha
‚Äď pemasok

EXTERNAL
- kebudayaan
‚Äď persoalan hukum
‚Äď perekonomian
‚Äď teknologi
‚Äď persaingan
‚Äď permintaan
‚Äď bahan mentah dan bahan baku

Bahwa definisi kewirausahaan atau enterpeneur individu yang mengambil segala resiko untuk mengejar dan menjangkau peluang serta situasi yang berbeda dengan kemungkinan kegagalan dan ancaman serta hambatan.
motivasi menguasai bisnis sangat penting untuk menunjang daya saing yang kompetitif, kemudian menumbuhkan motivasi yang berkumpul yaitu keinginan untuk saling berbagi informasi melalui kelompok- kelompok tertentu agar timbul peluang dan kesempatan dalam berusaha. Agar peluang tersebut terlaksana, harus dibangun kehausan akan prestasi, diantaranya menggerakan diri sendiri sehingga timbul keinginan untuk berwirausaha.

Kewirausahaan

  1.   Definisi Kewirausahaan menurut Ahli Ekonomi , Ahli Manajemen , dan Menurut Pelaku usaha !
  • Menurut Ahli Ekonomi

Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan factor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi dan perbaikan produksi lainnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisasikan factor-faktor produksi, sumber daya alam, tenaga, modal dan keahlian untuk tujuan memproduksi barang dan jasa.

 

  • Menurut Ahli Manajemen

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan orgasisasi usaha baru (Marzuki Usman, 1997:3). Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur internal yang meliputi motivasi, visi, komunikasi, optimism, dorongan, semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang usaha.

 

  • Menurut Pelaku Bisnis

Menurut Scarborough dan Zimmerer (1993 : 35), wirausaha adalah orang yang menciptakan suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengkombinasikan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Menurut Dun Steinhoff dan John F. Burgess (1993 : 35), pengusaha adalah orang yang mengorganisasikan, mengelola dan berani menanggung resiko sebuah usaha atau perusahaan. Sedang wirausaha adalah orang yang menanggung resiko keuangan, material, dan sumber daya manusia, cara menciptakan konsep usaha yang baru atau peluang dalam perusahaan yang sudah ada. Dalam konteks bisnis menurut Sri Edi Swasono (1978 : 38), wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis, innovator, penanggung resiko yang mempunyai visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di bidang usaha.

 

  1.     Sebutkan faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha
  • Berani dan percaya diri
  • Disiplin dan mau bekerja keras
  • Kreatif dan memiliki daya inovasi yang tinggi
  • ¬†Memiliki Kompetensi Kewirausahaan Yang Baik.

  

  1.   Sebutkan ciri dan watak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan

Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:

  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani mengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun

 

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:

  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
  • Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

 

  1.   Sebutkan tahap-tahap melakukan wirausaha

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha adalah sebagai berikut :

  • Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah dibidang pertanian, industri, atau jasa.

Contoh : dengan melihat situasi di sekitar kita, kita dapat menentukan jenis usaha apa yang cocok dengan lingkungan sekitar, misal di lingkungan yang ramai dan tidak ada supermarket ataupun mall, kita dapat membuka warung .

  • Tahap melaksanakan usaha.

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya.

Contoh : memutuskan bagaimana pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi dalam usahanya.

  • Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Contoh  : produk sabun kurang diminati maka kita tidak perlu mengorder banyak produk tersebut.

  • Tahap mengembangkan usaha

Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. 

Contoh : warung sembako dapat menambah variasi produk yang dijual misal menjual kaos kaki juga. 

 

  1.     Kompetensi yang harus dimiliki wirausahawan
  • Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
  • Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat,¬† cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
  • Having the proper attitude,yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
  • Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
  • Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
  • Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
  • Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi,¬† dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
  • Statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
  • Knowing how to compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
  • Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 ‚Äď 139)

 

  1.     8 anak tangga menuju puncak karir menurut alam

Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam mengembangkan profesinya, yaitu:

  • Kerja keras

Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh ‚Äď sungguh dalam usahanya.

  • Kerjasama dengan orang lain

Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.

  • Penampilan yang baik

Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin

  • Yakin

Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.

  • Pandai membuat keputusan

Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu ‚Äď ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.

  • Mau menambah Ilmu pengetahuan

Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha.

  • Ambisi untuk maju

Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.

  • Pandai berkomunikasi

Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.

 

  1.     4 kegiatan marketing plan
  • Analisa situasi lingkungan dan peluang pasar
  • Mengembangkan sasaran pemasaran
  • Menetapkan setrategi pemasaran
  • Menciptakan taktik¬† atau tindakan pelaksanaan¬†

 

  1.     Apa yang dimaksud dengan AIDA+S

AIDA+S merupakan singkatan dari attention (perhatian), interest (tertarik), desire (keinginan), action (tindakan), dan satisfaction (kepuasan). AIDA+S merupakan salah satu konsep strategi pemasaran yang bisa diimplementasikan dalam dunia bisnis yang bertujuan untuk memberi kepuasan pada konsumen dan memberi keuntungan pada perusahaan. Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan bisnis yang dapat menarik hati konsumen.

 

Es Pocong

Pitria Juliani R                45212673
Merryta Elsa R               
Vilianti S                         47212591
Syarifah F                      47212262
Dwi Seftyas                    42212308
Hendra S                        43210206

 


Laporan Survey

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
          Di zaman ini keaadaan perekonomian sudah semakin sulit. Banyak sekali persaingan usaha di berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat. Termasuk berwirausaha yang sekarang menjadi perbincangan dan banyak digeluti. Banyak yang berlomba untuk mendapatkan keuntungan pasar sehingga memicu para wirausahawan untuk terus maju dalam usahanya.
          Dalam berwirausaha para wirausahawan berbisnis tidak mesti harus besar akan tetapi usaha kecil menengah (UKM) sudah mampu mengurangi jumlah pengangguran. Contohnya dalam bidang kuliner sebagai suatu kebutuhan primer yang banyak digemari oleh setiap orang. Salah satu makanan yang menjadi usahanya kini adalah ES POCONG. Sudah terkenal di lokasi depok, tepatnya di JL. Margonda Raya No. 519

Menurut hasil pengamatan yang kita survey kemarin banyaknya konsumen yang sangat menyukai atau menggemari berbagai hal siap saji.

Rumusan Masalah
Seperti apakah profil UKM ‚ÄúEs Pocong‚ÄĚ ?

Rumusan Tujuan
Mengetahui profil UKM ‚ÄúEs Pocong‚ÄĚ

Tujuan
Untuk memenuhi tugas softskill dan menajemen keuangan dapat mengetahui modal apa yang harus pengelola miliki untuk dapat mendirikan usaha tersebut.

Manfaat
Dengan observasi ini kita mendapatkan manfaat seperti penjelasan dari pengelola usaha minuman yaitu Es Pocong serta mendapatkan pengalaman baru apabila ingin melakukan usaha.

BAB II
METODE OBSERVASI

Lokasi
Kita melakukan observasi ini adalah di daerah Depok,Jln Margonda Raya No. 519 karena kita juga kuliah di Universitas Gunadarma. Lokasi ini dipilih agar lebih mudah dalam pelaksanaanya.

Metode pengumpulan data
Kita mengumpulkan data dengan cara wawancara secara langsung dengan salah satu pengelolanya karena pada saat kita survey ke lokasi, owner dari salah satu itu sendiri tidak sedang ditempat. Kita sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan , kemudian mencatat pertanyaan dari pengelola usaha ini.

Analisis data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari hasil wawancara. Kemudian kita membuat rangkuman untuk menyusun laporan. Berdasarkan kenyataan atau sebenarnya dan data sesuai dengan jenisnya.

 

BAB III
PEMBAHASAN

Profil usaha
Usaha ini didirikan oleh 3 orang owners yaitu Bpk Rahmat ,Bpk Hakim, Bpk Haris dan keluarga 8 tahun yang lalu,tepatnya 19 juni 2006. Lokasi usaha (jl margonda raya no 519 kota depok). Letak yang sangat strategis yang biasa orang lewatin karena berada dipinggiran jalan atau arah ke stasiun UI tepatnya, yang dulunya masih berbentuk kedai pada awal buka tetapi karena sudah mulai berkembang Es Pocong ini membuka cabang di daerah Jati Asih.
Pendidikan Bpk Rahmat : film IKJ, Bpk Hakim jurnalis ISIP, Bpk Haris Poltek UI.
untuk membangun usaha ini menggunakan sumber modal sendiri dan pinjaman dari bank. Saat ini omzet perbulan 100 jt/bulan, harian 3jt, weekend 5jt.
jenis usaha : makanan/ minuman (cafe).

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Dari survey yang kami lakukan, pengusaha UKM Es Pocong ternyata memiliki penghasilan yang tinggi dan dapat menciptakan lapangan kerja.

 

SARAN
Usaha ini memiliki prospek yang sangat bagus sejauh ini, ‚Äútanpa basic pun kita bisa menjadi pengusaha asalkan kita konsekuen‚ÄĚ. Jadi mengapa tidak atau sebaiknya kepada pengusaha untuk membuka lapak baru agar mangsa pasar lebih luas.

ERD No. 3

Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang.

Namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Semua mahasiswa sangat perlu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Setiap peminjaman akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman.

Namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Mahasiswa kadang-kadang terlambat mengembalikan buku, sehingga dikenakan denda. Besarnya denda adalah Rp 500,- per hari keterlambatan. Mahasiswa dianggap terlambat jika mengembalikan buku lebih lama dari 1 minggu.

 

Jawab:

 Gambar

 

Sumber: http://amandadewi13.blogspot.com/2014/01/soal-erd-softskill.html

ERD No.1

Jawaban kelompok M. Afif F.

Definisi ERD :

Entitiy Relationship Diagram atau lebih dikenal dengan (ERD) merupakan salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki sistem data relasional, dan ketentuannya bersifat Top-Down.
Dalam hal ini kita akan menjelaskan dan menggambarkan contoh kasus dengan penggambaran ERD.

Contoh Kasus :

} Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. 

Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. 

Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang.

} Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas, dengan menggambar ERDnya.
– Dari contoh kasus diatas dapat disimpulkan, bahawa seorang mahasiswa dapat meminjam buku, jika dia menjadi atau terdaftar sebagai anggota perpustakaan fakultas.

A. Menentukan Entitas, Atribute dan Relasi

1.     Entitas : Merupakan individu yang dapat mewakili sesuatu yang nyata yang dapat digambarkan oleh data. disini entitas dari kasus diatas adalah : 1. Mahasiswa, 2. KAP (kartu anggota perpustakaan) 3. Buku Pinjam

2.     Atribute : Merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Disini Atribute dari kasus diatas terdiri dari : Nama, NPM, Alamat, Nomor Buku, Judul Buku, Pengarangan, Penerbit dan Tahun terbit.

3.     Relasi : Relasi merupakan penghubung dari Entitas yang berkaitan. dan hubungan antar entitas dengan relasi terbentuk dalam garis. disini relasi dari kasus diatas adalah : 1. Membuat, 2. Menyajikan.

B. Mengetahui Bentuk Notasi ERD

Gambar

 

C. Pembuatan ERD Peminjaman Buku Perpustakaan                                                                         

Setelah kita mengetahui Entitas,Relasi,Atribut dan mengetahui bentuknya. maka kita bisa membuat gambar ERD dari contoh kasus diatas. 

Gambar

 Gambar diatas menggambarkan ERD dari peminjaman Buku Perpustakaan

 

Sumber: http://afifharuka.blogspot.com/2014/01/erd-peminjaman-buku-perpustakaan.html#more

 

 

MODEL ENTITY ‚Äď RELATIONSHIP

Tugas Softskill

Kelompok 7

 

  1. Citra Widiyanti
  2. Desi Nur Elista
  3. Dwi Septyaningtyas
  4. Pitria Juliani Riezki
  5. Putri
  6. Syarifah NurFaiza
  7. Viliayanti Serawa

 

MODEL ENTITY ‚Äď RELATIONSHIP

 

Model Entity Relationship : Suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship

Soal Nomor  2

Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Semua mahasiswa sangat perlu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Setiap peminjaman akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman.

}  Gambarkan ERDnya.

 

Jawab:

Entity

Objek secara fisik : Buku, Perpustakaan, Mahasiswa

Objek secara konsep : Meminjam

 

Relationship

Gambar

 

Atribut                                                                                                                    

  • Atribut Multivalue

Gambar

 

Gambar

 

Derajat dari Relationship

  • Ternary degree ( Derajat Tiga )

Gambar

 

Cardinality Ratio Constraint

  • M : N

Mahasiswa                                             Pinjam                                          Buku

Gambar

 

Gambar

 

DIAGRAM ERD

Gambar

LINGKUNGAN BASIS DATA

PENDAHULUAN

A .Latar Belakang

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.

B .Tujuan

Untuk Memahami masalah-masalah operasional yang ada dalam pendekatan file datar terhadap manajemen data,yang melahirkan konsep basis data. Memahami relasi di antara elemen-elemen yangmembentuk lingkungan basis data.Memahami relasi di anomali- anomali yang disebabkan oleh basis yang tidak dinormalisasi dan kebutuhan akan normalisasi basis data. Mengetahui tahap-tahap dalam desain basis data, termasuk identifikasi konseptual, pemodelan data, kontruksi basis data fisik, dan penyiapan pandangan pengguna. Mengetahui fitur-fitur operasional dari basis data terdistribusi dan mengenal isu-isu yang perlu diperhatikan dalam memutuskan konfigurasi basis data tertentu.

 

PEMBAHASAN

  1. A.     Arsitektur Basis Data

Arsitektur Basis Data adalah suatu kumpulan data yang tersimpan secara sistematik dimana user dapat melihat data dan bagaimana cara user melihat data tersebut.Arsitektur ini juga berfungsi memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data

Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Tingkat Eksternal (Eksternal Level)

2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

3. Tingkat Internal (Internal Level)

 

Berikut pengertian dari masing-masing tingkatan:

1. Tingkat Eksternal (Ekternal Level)

Berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari sisi setiap user. View level adalah level user, yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau Database Administrator (DBA). (programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I), (end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data yang didefinisikan sebagai sebuah skema eksternal.)

2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

Yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data.
Tingkatan level ini dilihat dari cara user dalam memahami atau mengetahui data.

3. Tingkat Internal (Internal Level)

Berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Internal level adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah skema internal.

 

Berikut contoh gambarnya:

Gambar 

Tingkat Eksternal (External Level) :

Cobol

01 PEG_REC.

02 PEG_NO PIC X(6).

02 DEPT_NO PIC X(4).

02 GAJI PIC 9(6).

 

Tingkat Konseptual (Conceptual Level) :

PEGAWAI

NOMOR_PEGAWAI CHARACTER 6

NOMOR_DEPT CHARACTER 4

GAJI NUMERIC 6

 

Tingkat Internal (Internal Level) :

FILE_PEGAWAI LENGTH = 22

PREFIX TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0

EMP# TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX

DEPT# TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12

PAY TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16

 

  1. B.     Bahasa yang Digunakan dalam DBMS

DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.

Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.

 

  1. C.     Model Data

Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.

Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.

 

  1.  Model Data Berbasis Objek

Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :

- entity-relationship

- semantic

- functional

- object-oriented

 

  1.  Model Data Berbasis Record

Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :

- model data relasional (relational)

Nama

Alamat

Praktek

Nilai

Ani

Depok Timur

Agama

A

Budi

Bogor Raya

Biologi

A+

Citra

Bekasi Barat

Kimia

B

- model data hierarkhi (hierarchical)

Gambar

- model data jaringan (network)

Gambar

 

  1. D.    Arsitektur DBMS
  1. 1.      Teleprocessing

Arsitektur tradisional untuk sistem multi user adalah teleprocessing, dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal seperti pada gambar 4.

  1. 2.      File-Server

Proses didistribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN (Local Area Network). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan (perhatikan gambar 5)

Kerugian arsitektur file-server adalah :

- Terdapat lalulintas jaringan yang besar

- Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS

- Kontrol terhadap concurrency, recovery dan integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secara bersamaan.

 

  1. 3.      Client Server

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem.

Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.

Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :

* Memungkinkan akses basis data yang besar

* Menaikkan kinerja

* Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis data.

* Biaya untuk hardware dapat dikurangi.

* Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data.

* Biaya komunikasi berkurang.

* Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan.

* Meningkatkan kekonsistenan

* Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri

* Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami

 

Berikut ini adalah fungsi dari client dan server

 Gambar

 

Gambar

Gambar 1. Arsitektur Teleprocessing

 

Gambar

Gambar 2. Arsitektur File Server

 

Gambar

Gambar 3. Arsitektur Client Server

 

KESIMPULAN

Arsitektur Basis Data adalah Basis data atau yang biasa dikenal dengan sebutan database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Tingkat Eksternal (Eksternal Level)

2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

3. Tingkat Internal (Internal Level)

Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.

Model data dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Model data berbasis objek

2. Model data berbasis record

Arsitektur DBMS dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Teleprocessing

2. File-server

3. Clientserver

 

Jadi, mau apapun bidang dan ruang lingkupnya seperti ekonomi, manajemen, dan psikologi pastilah membutuhkan database ini yang dirasakan sangat bermanfaat. Contohnya saja jika dalam bidang psikologi dapat mencari nama mahasiswa psikologi dari nomor npm dan dapat mencari mata kuliah dari nomor kode mata kuliah. Sehingga para pengguna pun dengan mudah dan cepat dalam mencari informasi tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://dc346.4shared.com/doc/gtKmyasa/preview.html

http://google.com

http://andridwisaputra-andri.blogspot.com/2012/03/artikel-basis-data.html

http://hettyherawati2704.wordpress.com

http://dinifathuljanah.blogspot.ca/2013/01/lingkungan-basis=data.html

http://a60377.wordpree.com/2009/10/10/lingkungan-basis-data/