Komponen Sistem Informasi

Komponen sistem informasi manajemen adalah seluruh elemen yang membentuk suatu sistem informasi. Komponen sistem informasi terbagi menjadi dua yaitu :
• Komponen Sistem informasi manajemen secara fungsional
• Komponen Sistem informasi manajemen secara fisik

1. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fungsional
Seluruh komponen yang berhubungan dengan teknik pengumpulan data, pengolahan, pengiriman, penyimpanan, dan penyajian informasi yang dibutuhkan untuk manajemen, meliputi :

 Sistem Administrasi dan Operasional
Sistem ini melaksanakan kegiatan-kegiatan rutin seperti bagian personalia, administrasi dan sebagainya dimana telah ditentukan prosedur-prosedurnya dan sistem ini harus diteliti terus menerus agar perubahan-perubahan dapat segera diketahui.
 Sistem Pelaporan Manajemen
Sistem ini berfungsi untuk membuat dan menyampaikan laporan-laporan yang bersifat periodik kepada pengambil keputusan atau manajer.
 Sistem Database
Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan informasi oleh beberapa unit organisasi, dimana database mempunyai kecenderungan berkembang sejalan dengan perkembangan organisasi, sehingga interaksi antar unit akan bertambah besar yang menyebabkan informasi yang dibutuhkan juga akan semakin bertambah.
 Sistem Pencarian
Berfungsi memberikan data atau informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan permintaan dan dalam bentuk yang tidak terstruktur.
 Manajemen Data
Berfungsi sebagai media penghubung antara komponen-komponen sistem informasi dengan database dan antara masing-masing komponen sistem informasi.

2. Komponen Sistem Informasi Manajemen Secara Fisik
Komponen Sistem Informasi Manajemen secara fisik adalah keseluruhan perangkat dan peralatan fisik yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi manajemen. Komponen-komponen tersebut meliputi:
 Perangkat keras
1) Komputer (CPU, Memory)
2) Pesawat Telepon
3) Peralatan penyimpan data (Decoder)

 Perangkat lunak
1) Perangkat lunak yang umum untuk pengoperasian dan manajemen data
2) Program aplikasi

 DataBase
1) File-file tempat penyimpanan data dan informasi
2) Media penyimpanan seperti pita komputer, paket piringan.

 Prosedur pengoperasian
1) Instruksi untuk pemakai, cara yang diperlukan bagi pemakai untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan
2) Instruksi penyiapan data sebagai input
3) Instruksi operasional

 Personalia pengoperasian
1) Operator
2 ) Programmer
3) Analisa sistem
4) Personalia penyiapan data
5) Koordinator operasional SIM dan pengembangannya.

Sumber :

http://beritaislamimasakini.com//komponen-sistem-informasi-manajemen.htm

http://ediharukaze.blogspot.com/2013/10/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Sistem
Kata “Sistem” berasal dari bahasa yunani, yaitu systema, yang artinya himpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Sistem terdiri atas struktur dan proses.
Ada beberapa pengertian system menurut dari beberapa ahli, seperti :
1. Menurut Ludwig (1991), sistem adalah seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam satu lingkungan tertentu.
2. Menurut Mudrick R.G (1991:27), sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan dengan mengoperasikan data dan atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi.
3. Menurut Raymond Mcleod (2001), sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan.
Dengan demikian, sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suatu kesatuan untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut.

Informasi
Informasi atau dalam bahasa inggrisnya adalah information, berasal dari kata informacion bahasa perancis. Kata tersebut diambil dari bahasa Latin, yaitu informationem yang artinya “konsep,ide,garis besar”. Informasi adalah sebuah data yang sudah diolah atau diproses sehingga menjadi suatu bentuk yang memiliki arti bagi penerima informasi yang memiliki nilai bermanfaat.
Contoh : Ketika menerima informasi baru, ketika kita sebagai investor bertanya kepada manager suatu perusahaan tentang laporan keuangan dan sang manager menjawab pertanyaan kita itu. Jawaban tersebut merupakan informasi bagi kita karena kita menjadi tahu laporan keuangan tersebut dan dapat mengambil keputusan
• Sumber Data Informasi
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti sehubungan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka huruf atau symbol yang menunjukkan suatu objek, ide, kondisi yang didapatnya melalui suatu observasi atau secara data diartikan sebagai keterangan tentang sesuatu.
• Fungsi Informasi
Informasi dapat menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi ketika berbekal informasi seseorang dapat mengambil keputusan dengan baik.

MANAJEMEN
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Menurut Abdul Kadir (2002), sistem informasi manajemen adalah sistem informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
2. Tujuan Sistem Informasi Manajemen
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen yaitu seperti menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan seperti menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Contoh kasus pada PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari :
Pada penerapan Sistem Informasi Manajemen dalam PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahri pada bagian Anggaran. Bagian Anggaran perusahaan pasti memiliki tingkatan manajemen, mulai dari staff, kepala subdivisi, hingga kepala divisi anggaran. Manajemen tingkat bawah seperti staff menggunakan sistem pemrosesan transaksi untuk membantu kegiatan. Sistem pemrosesan transaksi dalam bagian anggaran ada banyak macamnya seperti pencatatan transaksi masuk dan transaksi keluar atau pembayaran perlengkapan serta kebutuhan perusahaan, dan lain-lain. Manajemen Menengah seperti kepala subdivisi menggunakan sistem informasi manajemen yang terdiri dari beberapa kegiatan seperti membuat laporan dan yang terakhir ada kepala divisi anggaran sebagai manajemen tingkat atas yang mengambil keputusan apakah suatu anggaran itu baik atau tidaknya agar menjadi lebih baik lagi.

Referensi : Dr.H.A. Rusdiana, M.M. & Moch. Irfan, S.T., M. Kom. 2014. Sistem Informasi Manajemen

http://blogseobrilliant.blogspot.com/2014/03/pengertian-dan-fungsi-manajemen.html

INFORMASI

Pengertian Informasi

Informasi atau dalam bahasa inggrisnya adalah information, berasal dari kata informacion bahasa perancis. Kata tersebut diambil dari bahasa Latin, yaitu informationem yang artinya “konsep,ide,garis besar”. Informasi adalah sebuah data yang sudah diolah atau diproses sehingga menjadi suatu bentuk yang memiliki arti bagi penerima informasi yang memiliki nilai bermanfaat.

Contoh : Ketika menerima informasi baru, ketika kita sebagai investor bertanya kepada manager suatu perusahaan tentang laporan keuangan dan sang manager menjawab pertanyaan kita itu. Jawaban tersebut merupakan informasi bagi kita karena kita menjadi tahu laporan keuangan tersebut dan dapat mengambil keputusan

Sumber Data Informasi

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti sehubungan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka huruf atau symbol yang menunjukkan suatu objek, ide, kondisi yang didapatnya melalui suatu observasi atau secara data diartikan sebagai keterangan tentang sesuatu.

Fungsi Informasi

Informasi dapat menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi ketika berbekal informasi seseorang dapat mengambil keputusan dengan baik.

Nilai Informasi

  1. Mudah Diperoleh
  2. Luas dan Lengkap
  3. Ketelitian
  4. Kecocokan
  5. Ketepatan Waktu
  6. Kejelasan
  7. Keluwesan
  8. Dapat Dibuktikan
  9. Tidak Ada Prasangka
  10. Dapat Diukur

Ciri-Ciri Informasi

  1. Informasi yang diolah mampu memenuhi kebutuhan banyaknya informasi
  2. Informasi yang diolah mampu memenuhi kebutuhan informasi baru
  3. Informasi yang diolah mampu memenuhi kebutuhan kualitas informasi
  4. Informasi yang relevan atau sesuai
  5. Ketepatan Informasi
  6. Kebenaran Informasi

Manfaat Informasi

1. Menambah pengetahuan

2. Mengurangi resiko kegagalan

3. Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan

4. Memberikan keputusan

5. Mengurangi ketidakpastian pemakai informasi

Sumber : Irfan, S.T., M.Kom, Moch. & Dr. H.A. Rusdiana, M.M.2014. Sistem Informasi Manajemen.

SISTEM

SISTEM
1. Pengertian Sistem
Kata “Sistem” berasal dari bahasa yunani, yaitu systema, yang artinya himpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan suatu keseluruhan.
Sistem terdiri atas struktur dan proses.

Ada beberapa pengertian system menurut dari beberapa ahli, seperti :
1. Menurut Ludwig (1991), sistem adalah seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam satu lingkungan tertentu.
2. Menurut Mudrick R.G (1991:27), sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan dengan mengoperasikan data dan atau barang pada waktu tertentu untuk menghasilkan informasi.
3. Menurut Raymond Mcleod (2001), sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan.

Dengan demikian, sistem merupakan kumpulan dari beberapa bagian yang memiliki keterkaitan dan saling bekerja sama serta membentuk suattu kesatuan untuk mencapai tujuan dari sistem tersebut.

2. Pendekatan Pengembangan Sistem
a. Dipandang dari Metodologi yang Digunakan
1. Pendekatan Klasik (Clasical Apporoach)
2. Pendekatan Terstruktur ( Structured Approach)

b. Dipandang dari Sasaran yang dicapai
1. Pendekatan Sepotong (Piecerneal Approach)
2. Pendekatan Yang Menekankan pada Suatu Kegiatan/Aplikasi Tertentu
3. Pendekatan Sistem (System Approach)
4. Pendekatan yang menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegerasi

c. Dipandang dari cara Menentukan Kebutuhan Sistem
1. Pendekatan Bawah Naik ( Bottom Up Approach)
2. Pendekatan Atas Turun

d. Dipandang dari Cara Mengembangkannya
1. Pendekatan Sistem Menyeluruh
2. Pendekatan Moduler

e. Dipandang dari Teknologi yang digunakan
1. Pendekatan Lompatan Jauh (Greet Loop Approach)
2. Pendekatan Berkembang (Evolutionary Approach)

3. Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem menurut Edhi Sutanta (2003), yaitu :
a. Komponen
b. Batas (Boundary)
c. Lingkungan (Environments)
d. Penghubung/Antarmuka (Interface)
e. Masukan (Input)
f. Pengolahan (Processing)
g. Keluaran (Output)
h. Sasaran (Objective) dan Tujuan (Goal)
i. Kendali (Control)
j. Umpan balik (Feed back)

4. Jenis Sistem
Jenis Sistem secara umum ada 2, yaitu :
 Sistem Terbuka
Adalah sistem yang tidak memiliki sasaran, pengendalian mekanis, dan umpan balik.

 Sistem Tertutup
Adalah Sebuah sistem yang memiliki sasaran, pengendalian mekanis, dan umpan balik.

5. Pelaku Sistem
a. Pemakai
1. Operasional
2. Pengawas
3. Eksekutif
b. Manajemen
c. Pemeriksa
d. Penganalis Sistem
e. Pendesain Sistem
f. Programmer
g. Personel Pen
h. Pengoperasian

DEFINISI KEWIRAUSAHAAN

Pitria Juliani Riezki                 45212673
Merryta Elsa R                        44212554
Viliayanti Serawa                    47212591
Syarifah Nurfaiza                    47212262
Dwi Septyaningtyas                42212308
Hendra A.Setiawan                43210206

 

Pengertian kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari kata enterpeneur  yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual.
Wirausaha juga sering disebut wiraswasta yang artinya keberanian, keutamaan , keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri, dan wirausaha juga bisa diartikan sebagai kemampuan atau keberanian yang dimiliki seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam meraih kesuksesan.

berdasarkan makna Wirausaha itu adalah pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha.

Beberapa sifat – sifat dasar wirausaha diantaranya :
– seorang pencipta perubahan (the change creator)
– selalu melihat perbedaan sebagai peluang
– selalu berexperimen
– seorang pakar tentang dirinya
– melihat pengetahuan dan pengalaman untuk memicu kreativitas
– berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain

Beberapa ciri – ciri wirausaha diantaranya :
– fokus yang terkendali
– berenergi yang tinggi
– kebutuhan akan prestasi
– bertoleransi terhadap keraguan
– percaya diri
– berorientasi terhadap tindakan
– ambisius
– harus optimis
– jangan putus asa
– dapat membaca peluang pasar

Kewirausahaan berkaitan dengan inovasi sebuah proses dinamis dalam meningkatkan kesejahteraan. Mengarahkan pada definisi baru “perilaku berpikir strategis dan pengambilan resiko yang dilakukan oleh individu maupun organisasi”.

Manfaat kewirausahaan adalah :
- memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri memiliki usaha sendiri akan memberikan kebebasan dan peluang bagi pebisnis untuk mencapai tujuan hidupnya.
– memberi peluang melakukan perubahan semakin banyak bisnis yang memulai usahanya karena mereka mendapat peluang untuk mengendalikan sumber daya alam yang terbatas
– memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya
– memiliki peluang untuk meraih keuntungan , walaupun pada tahap awal uang bukan daya tarik utama bagi wirausahawan, keuntungan berwirausaha merupakan faktor motivasi yang penting untuk mendirikan usaha sendiri.
– memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya
– memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam megerjakan usahanya

Fungsi kewirausahaan adalah :
- membuat keputusan penting dan mengambil resiko tentang tujuan dan sasaran perusahaan
– memutuskan tujuan dan sasaran perusahaan
– menetapkan bidang usaha dan pasar yang akan dilayani
– menghitung skala usaha yang diinginkan
– menetukan modal yang diinginkan
– mengendalikan secara efektif dan efisien
– mencari dan menciptakan cara baru
– memasarkan barang dan jasa untuk memeberikan kepuasan kepada pelanggan

Adapaun faktor internal dan external diantaranya :

INTERNAL
- sumber daya financial
– sasaran dan tujuan
– manajemen usaha
– pemasok

EXTERNAL
- kebudayaan
– persoalan hukum
– perekonomian
– teknologi
– persaingan
– permintaan
– bahan mentah dan bahan baku

Bahwa definisi kewirausahaan atau enterpeneur individu yang mengambil segala resiko untuk mengejar dan menjangkau peluang serta situasi yang berbeda dengan kemungkinan kegagalan dan ancaman serta hambatan.
motivasi menguasai bisnis sangat penting untuk menunjang daya saing yang kompetitif, kemudian menumbuhkan motivasi yang berkumpul yaitu keinginan untuk saling berbagi informasi melalui kelompok- kelompok tertentu agar timbul peluang dan kesempatan dalam berusaha. Agar peluang tersebut terlaksana, harus dibangun kehausan akan prestasi, diantaranya menggerakan diri sendiri sehingga timbul keinginan untuk berwirausaha.

Kewirausahaan

  1.   Definisi Kewirausahaan menurut Ahli Ekonomi , Ahli Manajemen , dan Menurut Pelaku usaha !
  • Menurut Ahli Ekonomi

Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan factor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi dan perbaikan produksi lainnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisasikan factor-faktor produksi, sumber daya alam, tenaga, modal dan keahlian untuk tujuan memproduksi barang dan jasa.

 

  • Menurut Ahli Manajemen

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis dan orgasisasi usaha baru (Marzuki Usman, 1997:3). Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur internal yang meliputi motivasi, visi, komunikasi, optimism, dorongan, semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang usaha.

 

  • Menurut Pelaku Bisnis

Menurut Scarborough dan Zimmerer (1993 : 35), wirausaha adalah orang yang menciptakan suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian dengan maksud untuk memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengkombinasikan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Menurut Dun Steinhoff dan John F. Burgess (1993 : 35), pengusaha adalah orang yang mengorganisasikan, mengelola dan berani menanggung resiko sebuah usaha atau perusahaan. Sedang wirausaha adalah orang yang menanggung resiko keuangan, material, dan sumber daya manusia, cara menciptakan konsep usaha yang baru atau peluang dalam perusahaan yang sudah ada. Dalam konteks bisnis menurut Sri Edi Swasono (1978 : 38), wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis, innovator, penanggung resiko yang mempunyai visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di bidang usaha.

 

  1.     Sebutkan faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha
  • Berani dan percaya diri
  • Disiplin dan mau bekerja keras
  • Kreatif dan memiliki daya inovasi yang tinggi
  •  Memiliki Kompetensi Kewirausahaan Yang Baik.

  

  1.   Sebutkan ciri dan watak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan

Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:

  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani mengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun

 

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:

  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
  • Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

 

  1.   Sebutkan tahap-tahap melakukan wirausaha

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha adalah sebagai berikut :

  • Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah dibidang pertanian, industri, atau jasa.

Contoh : dengan melihat situasi di sekitar kita, kita dapat menentukan jenis usaha apa yang cocok dengan lingkungan sekitar, misal di lingkungan yang ramai dan tidak ada supermarket ataupun mall, kita dapat membuka warung .

  • Tahap melaksanakan usaha.

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya.

Contoh : memutuskan bagaimana pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi dalam usahanya.

  • Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Contoh  : produk sabun kurang diminati maka kita tidak perlu mengorder banyak produk tersebut.

  • Tahap mengembangkan usaha

Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. 

Contoh : warung sembako dapat menambah variasi produk yang dijual misal menjual kaos kaki juga. 

 

  1.     Kompetensi yang harus dimiliki wirausahawan
  • Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
  • Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat,  cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
  • Having the proper attitude,yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
  • Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
  • Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
  • Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
  • Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi,  dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
  • Statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
  • Knowing how to compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
  • Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)

 

  1.     8 anak tangga menuju puncak karir menurut alam

Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam mengembangkan profesinya, yaitu:

  • Kerja keras

Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.

  • Kerjasama dengan orang lain

Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.

  • Penampilan yang baik

Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin

  • Yakin

Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.

  • Pandai membuat keputusan

Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.

  • Mau menambah Ilmu pengetahuan

Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha.

  • Ambisi untuk maju

Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.

  • Pandai berkomunikasi

Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.

 

  1.     4 kegiatan marketing plan
  • Analisa situasi lingkungan dan peluang pasar
  • Mengembangkan sasaran pemasaran
  • Menetapkan setrategi pemasaran
  • Menciptakan taktik  atau tindakan pelaksanaan 

 

  1.     Apa yang dimaksud dengan AIDA+S

AIDA+S merupakan singkatan dari attention (perhatian), interest (tertarik), desire (keinginan), action (tindakan), dan satisfaction (kepuasan). AIDA+S merupakan salah satu konsep strategi pemasaran yang bisa diimplementasikan dalam dunia bisnis yang bertujuan untuk memberi kepuasan pada konsumen dan memberi keuntungan pada perusahaan. Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan bisnis yang dapat menarik hati konsumen.

 

Es Pocong

Pitria Juliani R                45212673
Merryta Elsa R               
Vilianti S                         47212591
Syarifah F                      47212262
Dwi Seftyas                    42212308
Hendra S                        43210206

 


Laporan Survey

BAB 1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
          Di zaman ini keaadaan perekonomian sudah semakin sulit. Banyak sekali persaingan usaha di berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat. Termasuk berwirausaha yang sekarang menjadi perbincangan dan banyak digeluti. Banyak yang berlomba untuk mendapatkan keuntungan pasar sehingga memicu para wirausahawan untuk terus maju dalam usahanya.
          Dalam berwirausaha para wirausahawan berbisnis tidak mesti harus besar akan tetapi usaha kecil menengah (UKM) sudah mampu mengurangi jumlah pengangguran. Contohnya dalam bidang kuliner sebagai suatu kebutuhan primer yang banyak digemari oleh setiap orang. Salah satu makanan yang menjadi usahanya kini adalah ES POCONG. Sudah terkenal di lokasi depok, tepatnya di JL. Margonda Raya No. 519

Menurut hasil pengamatan yang kita survey kemarin banyaknya konsumen yang sangat menyukai atau menggemari berbagai hal siap saji.

Rumusan Masalah
Seperti apakah profil UKM “Es Pocong” ?

Rumusan Tujuan
Mengetahui profil UKM “Es Pocong”

Tujuan
Untuk memenuhi tugas softskill dan menajemen keuangan dapat mengetahui modal apa yang harus pengelola miliki untuk dapat mendirikan usaha tersebut.

Manfaat
Dengan observasi ini kita mendapatkan manfaat seperti penjelasan dari pengelola usaha minuman yaitu Es Pocong serta mendapatkan pengalaman baru apabila ingin melakukan usaha.

BAB II
METODE OBSERVASI

Lokasi
Kita melakukan observasi ini adalah di daerah Depok,Jln Margonda Raya No. 519 karena kita juga kuliah di Universitas Gunadarma. Lokasi ini dipilih agar lebih mudah dalam pelaksanaanya.

Metode pengumpulan data
Kita mengumpulkan data dengan cara wawancara secara langsung dengan salah satu pengelolanya karena pada saat kita survey ke lokasi, owner dari salah satu itu sendiri tidak sedang ditempat. Kita sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan , kemudian mencatat pertanyaan dari pengelola usaha ini.

Analisis data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari hasil wawancara. Kemudian kita membuat rangkuman untuk menyusun laporan. Berdasarkan kenyataan atau sebenarnya dan data sesuai dengan jenisnya.

 

BAB III
PEMBAHASAN

Profil usaha
Usaha ini didirikan oleh 3 orang owners yaitu Bpk Rahmat ,Bpk Hakim, Bpk Haris dan keluarga 8 tahun yang lalu,tepatnya 19 juni 2006. Lokasi usaha (jl margonda raya no 519 kota depok). Letak yang sangat strategis yang biasa orang lewatin karena berada dipinggiran jalan atau arah ke stasiun UI tepatnya, yang dulunya masih berbentuk kedai pada awal buka tetapi karena sudah mulai berkembang Es Pocong ini membuka cabang di daerah Jati Asih.
Pendidikan Bpk Rahmat : film IKJ, Bpk Hakim jurnalis ISIP, Bpk Haris Poltek UI.
untuk membangun usaha ini menggunakan sumber modal sendiri dan pinjaman dari bank. Saat ini omzet perbulan 100 jt/bulan, harian 3jt, weekend 5jt.
jenis usaha : makanan/ minuman (cafe).

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Dari survey yang kami lakukan, pengusaha UKM Es Pocong ternyata memiliki penghasilan yang tinggi dan dapat menciptakan lapangan kerja.

 

SARAN
Usaha ini memiliki prospek yang sangat bagus sejauh ini, “tanpa basic pun kita bisa menjadi pengusaha asalkan kita konsekuen”. Jadi mengapa tidak atau sebaiknya kepada pengusaha untuk membuka lapak baru agar mangsa pasar lebih luas.