Makna Bangsa, Negara dan Warga

  1. Bangsa

Bangsa adalah suatu komunitas etnik yang ciri-cirinya adalah :

  • Memiliki Nama
  • Wilayah Tertentu
  • Mitos Leluhur Bersama
  • Kenangan Bersama
  • Satu atau beberapa Budaya yang sama

Berikut pengertian Bangsa menurut beberapa ahli kenegaraan ternama :

Hans Kohn (Jerman)

Bangsa adalah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak.

 Ernest Renan (Perancis)

Bangsa adalah suatu nyawa, suatu akal yang terjadi dari dua hal, yaitu rakyat yang harus bersama-sama menjalankan satu riwayat, dan rakyat yang kemudian harus mempunyai kemauan atau keinginan hidup untuk menjadi satu.

 Otto Bauer (Jerman)

Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter. Karakteristik tumbuh karena adanya kesamaan nasib.

 F. Ratzel (Jerman)

Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geopolitik).

 Jalobsen dan Lipman

Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan politik (political unity).

 

  1. Negara
    1. Pengertian Negara

Secara etimologis, “negara” berasal dari bahasa asing Staat (Belanda, Jerman), atau State (Inggris). Kata Staat maupun state berasal dari bahasa Lati, yaitu status atau statum yang berarti “menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat berdiri, dan menempatkan”. Kata status juga dapat diartikan sebagai suatau keadaan yang menunjukkan sifat atau keadaan tegak dan tetap. Sementara itu, Niccolo Machiavelli memperkenalkan istilah La Stato dalam bukunya “II Principle” yang mengartikan negara sebagai kekuasaan.

Kata “negara” yang lazim digunakan di Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta nagari atau negara, yang berarti wilayah, kota atau penguasa.

 

Pengertian Negara menurut beberapa pakar kenegaraan, yaitu :

  1. George jellinek : Negara adalah Organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu.
  2. G.W.F. Hegel     : Negara adalah Organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.
  3. Mr. Kranenburg : Negara adalah Suatu organisasi yang timbul karena adanya kehendak dari suatu golongan atau bangsa.
  4. Karl Marx             : Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjouis/kapitalis) untuk menindas atau mengeksploitasi kelas yang lain (proletariat/buruh).
  5. Logeman             : Negara adalah Organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya. Organisasi itu adalah ikatan-ikatan fungsi atau lapangan-lapangan kerja tetap.
  6. Roger F. Soltau  : Negara adalah Alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau menegndalikan persoalan bersama atas nama rakyat.

 

Sifat Hakikat Negara

Menurut Prof.  Budiardjo (1984), sifat hakikat negara mencakup hal-hal sebagai berikut :

  1. Sifat Memaksa

Negara memiliki sifat memaksa, dalam arti mempunyai kekuatan fisik secara legal.

Sarana :

  • Polisis
  • Tentara
  • Dan Alat penjamin hukum lainnya

Bentuk paksaan yang dapat dilihat dalam suatu negara adalah adanya UU Perpajakan yang memaksa setiap warga negara untuk membayar pajak dan bila melanggar, akan dikenakan sanksi hukum tertentu.

 2. Sifat Monopoli

Negara mempunyai sifat monopoli, yaitu dalam menetapkan tujuan bersama masyarakat.

Misalnya, negara dapat mengatakan bahwa aliran kepercayaan atau partai politik tertentu dilarang karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat.

 

3. Sifat mencakup semua (all-embracing)

Semua peraturan perundangan-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang tanpa terkecuali. Hal itu perlu, sebab kalau seseorang berada di luar ruang lingkup aktivitas negara, maka usaha negara ke arah tercapainya masyarakat yang dicita-citakan akan gagal.

 Terjadinya Negara

Pada umumnya ada 3 pendekatan dalam mempelajari terjadinya negara.

  1. Pendekatan Teoritis
  • Teori Ketuhanan
  • Teori Perjanjian Masyarakat
  • Teori Kekuasaan
  • Teori Kedaulatan
  • Teori Hukum Alam

 

  1. Pendekatan Primer dan Sekunder
  • Fase Genootschaft
  • Fase Kerajaan (rijik)
  • Fase Negara Nasional
  • Fase Negara Demokrasi

 

Pendekatan Faktual

  • Occopatie (Pendudukan)
  • Fusi (Peleburan)
  • Cessie (Penyerahan)
  • Accesie (Penarikan)
  • Anextie (Pencaplokan/penguasaan)
  • Proclamation (Proklamasi)
  • Innovation (pembentukan Baru)
  • Separatisme (Pemisahan)

 

Unsur-Unsur Terbentuknya Negara

 

  1. Unsur-Unsur terbentuknya Bangsa
    1. Keinginan untuk mencapai suatu kesatuan nasiaonal yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, budaya, komunikasi, dan solidaritas.
    2. Keingian untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa lain terhadap urusan dalam negerinya.
    3. Keinginan akan kemandirian, keunggulan, indifidualitas, keaslian atau kekhasan. Contoh: menjunjung tinggi bahasa nasional yang mandiri.
    4. Keinginan untuk menonjol atau unggul diantara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh, dan prestise.

 

  1. Unsur-Unsur terbentuknya Negara
    1. Rakyat

    Berdasarkan hubungannya dengan daerah tertentu

    1. Penduduk
    2. Bukan Penduduk

    Berdasarkan hubungannya dengan pemerintah

    1. Warga Negara
    2. Bukan Warga Negara (orang asing)

          B. Wilayah

  • Wilayah Daratan
  • Wilayah Lautan
  • Wilayah Udara
  • Wilayah Ekstrateritorial

 

C. Pemerintah Yang Berdaulat

 D. Pengakuan dari Negara Lain

  1. Pengakuan secara de facto
  • Pengakuan de facto bersifat sementara
  • Pengakuan de facto bersifat tetap

    2. Pengakuan secara de jure

  • Pengakuan de jure bersifat tetap
  • Pengakuan de jure bersifat penuh

 

 Fungsi dan Tujuan Negara

 

  1. Fungsi Negara
    1. Fungsi Negara Menurut para Ahli
  • Montesquieu, fungsi negara mencakup 3 tugas pokok :
  1. Fungsi Legislatif
  2. Fungsi Eksekutif
  3. Fungsi Yudikatif

 

  • Goodnow, membagi fungsi negara menjadi 2 tugas pokok :
  1. Policy Making
  2. Policy Executing

 

  • Mohammad Kusnardi, S.H., membagi fungsi negara menjadi 2 tugas pokok  :
  1. Menjamin Ketertiban (law and orde)
  2. Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat

 Fungsi/Tugas Negara secara Umum

  • Tugas Esensial : Mempertahankan negara sebagai organisasi politik yang berdaulat
  • Tugas Fakultatif : Meningkatkan kesejahteraan umum, baik moral, intelektual, sosial maupun ekonomi

 Tujuan Negara

Untuk menciptakan kesejahteraan, ketertiban, dan ketentraman semua rakyat yang menjadi bagiannya.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s