YUK, KITA MENGENAL KEPITING SOKA

Gambar

 

Dalam postingan kali ini saya akan memperkenalkan kepada kita  semua tentang  Kepiting Soka atau biasa disebut Kepiting Bakau, terutama jika kita memiliki minat untuk mengetahuinya, hal ini perlu sekali mengingat banyaknya permintaan di masyarakat untuk mengetahui tentang Kepiting bakau dan Bagaimana Tehnik Budidayanya.

Kepiting Bakau (Scyla serrata) adalah salah satu jenis biota yang sumber daya alamiahnya sebenarnya sangat luas mengingat habitatnya meliputi seluruh wilayah hutan bakau dan daerah estuaria. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari lebih 17 000 pulau itu, mempunyai panjang pantai 81 000. Km , Semua merupakan wilayah estuaria , dengan  hutan bakau yang luasnya  4,2 juta ha. tersebar di seluruh kepulauan Nusantara . Hutan bakau merupakan habitat asli dari kepiting bakau.  Sementara itu kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kepiting bakau yang tertangkap berupa kepiting yang ukurannya masih kecil2 yaitu rata-rata dengan lebar karapas kurang dari 10 cm dengan berat kurang dari 100 gram. Sangat disayangkan, sebab bila kepiting ukuran tersebut di pelihara (di budidayakan) hanya selama 3-4 minggu saja, dengan diberi pakan berupa ikan rucah , limbah buangan dari pemotongan hewan ,atau limbah sisa makanan dari restoran , yang tentu merupakan bahan yang tidak ada nilainya, maka kepiting tsb . sudah dapat dijual dengan harga mahal karena telah menjadi lebih gemuk bahkan sudah mengandung telur atau sedang bercangkang lunak.

Gambar

 

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:

Animalia

Filum:

Arthropoda

Upafilum:

Crustacea

Kelas:

Malacostraca

Ordo:

Decapoda

Upaordo:

Pleocyemata

Infraordo:

Brachyura
Linnaeus, 1758

Superfamilies

Dakoticancroidea Dromioidea  Eocarcinoidea  Glaessneropsoidea  Homolodromioidea  Homoloidea

Aethroidea  Bellioidea  Bythograeoidea  Calappoidea  Cancroidea Carpilioidea  Cheiragonoidea

Componocancroidea  Corystoidea  Dairoidea  Dorippoidea   Eriphioidea  Gecarcinucoidea

Goneplacoidea  Hexapodoidea  Leucosioidea  Majoidea  Orithyioidea  Palicoidea  Parthenopoidea

Pilumnoidea  Portunoidea  Potamoidea Pseudothelphusoidea Pseudozioidea Retroplumoidea Trapezioidea

Trichodactyloidea Xanthoidea Cryptochiroidea Grapsoidea Ocypodoidea Pinnotheroidea

 

Anatomi

Kepiting sejati mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Di hampir semua jenis kepiting, kecuali beberapa saja (misalnya, Raninoida), perutnya terlipat di bawah cephalothorax. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata, dan bagian depan dari carapace tidak membentuk sebuah rostrum yang panjang [2]Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih (“phyllobranchiate”), mirip dengan insang udang, namun dengan struktur yang berbeda .

 

Galeri

Gambar Masked crabCorystes cassivelaunus

Gambar  Liocarcinus vernalis

Gambar Circular crabAtelecyclus rotundatus

Gambar The terrestrial halloween crabGeocarcinus ruricola

Gambar Arrow crab Stenorhynchus seticornis

Gambar “Sally lightfoot”, Grapsus grapsus

Gambar Thumbnail crabThia scutellata

Gambar Japanese spider crab,Macrocheira kaempferi

Gambar Ghost crabOcypode quadrata

Gambar Fiddler crabUca pugnax

Gambar Lyreidus tridentatus, araninid

Gambar Hepatus epheliticus, a calico crab

Bila kita hendak mengembangkan budidaya kepiting secara lebih intensif, tentu diperlukan ketersediaan benih. Sementara ini , kepiting berukuran kecil yang dijadikan benih, berasal dari penangkapan di alam sehingga jumlah dan mutunya tidak dapat diandalkan.  Mempertimbangkan kenyataan yang diuraikan diatas, maka perlu kiranya disiapkan Materi Penyuluhan untuk sebagai bahan  bimbingan kepada para pelaku budidaya yaitu para nelayan , petani tambak dan para pengusaha bidang budidaya perikanan agar mereka dapat mempunyai keahlian dan keterampilan untuk membudidayakan kepiting bakau . 

 

Budidaya kepiting itu haruslah dimulai dari :  

(A)   Melakukan produksi benih dengan mendirikan Panti Pembenihan (Hatchery) khusus Kepiting Bakau.  Dan

(B)   Mempraktekkan tehnik budidaya kepiting bakau, walaupun sementara ini menggunakan benih berupa hasil tangkapan kepiting dari alam yang ukurannya masih kecil-kecil, dengan menerapkan tehnik pemeliharaan kepiting yang sudah dikenal masyarakat waktu ini,ialah  

1)      Pembesaran benih menjadi kepiting ukuran konsumsi.

2)      Penggemukan , 

3)      Produksi kepiting cangkang lunak

4)      Produksi kepiting bertelur ,

 

A. Mengenal Kepiting Bakau

Di Indonesia dikenal ada 2 macam kepiting sebagai komoditi perikanan yang diperdagangkan/  Komersial ialah kepiting bakau atau kepiting lumpur; dalam perdagangan internasional dikenal sebagai “Mud Crab” dan bahasa Latinnya  Scyla serrata dan ada juga kepiting laut atau rajungan yang nama internasionalnya  “Swimming Crab” dengan nama Latin:  Portunus pelagicus.  Kedua macam kepiting tsb nilai ekonominya sama , dan keduanya diperoleh dari penangkapan dialam.

 Dalam Petunjuk ini khusus di uraikan dan dibahas tentang spesies Kepiting Bakau (Scylla serrata ) saja.  

 Kepiting bakau ditangkap dari perairan estuaria yaitu muara sungai , saluran dan petak2 tambak , diwilayah hutan bakau dimana binatang ini hidup dan berkembang biak secara liar. Kepiting bakau lebih suka hidup diperairan yang relative dangkal dengan dasar berlumpur, karena itu disebut juga Kepiting Lumpur (Mud Crab).

Sedangkan rajungan , ditangkap oleh nelayan dilaut dekat pantai sampai sejauh 1-2 mil dari pantai, karena rajungan hidup pelagis  (di badan air laut). Namun demikian Kepiting Bakau juga dapat tertangkap di laut dekat pantai, karena kepitng bakau yang hendak kawin dan bertelur, juga berpindah di wilayah laut  dekat pantai.

 Bentuk (habitus) kepiting bakau disajikan pada gambar:1 dibawah ini. Terlihat bentuk badannya yang didominasi oleh tutup punggung (karapas ) yang berkulit chitin yang tebal. 

Seluruh organ tubuh yang penting tersembunyi dibawah karapas itu. Anggota badannya berpangkal pada bagian dada (cephalus) tampak mencuat keluar di kiri dan kanan karapas, yaitu  5 pasang kaki jalan. 

Kaki jalan  terdepan (nomer 1) berbentuk capit yang besar ; kaki jalan nomer 2,3 dan 4 berujung runcing yang berfungsi untuk berjalan ; kaki jalan nomer 5 berbentu pipih berfungsi sebagai dayung bila ia berenang. Pada cephalus (dada) terdapat organ2 pencernaan, organ reproduksi (gonad pada betina dan testis pada jantan). Sedangkan bagian tubuh (abdomen) melipat rapat dibawah (ventral) dari dada. Pada ujung abdomen itu bermuara saluran cerna (dubur). 

 Pada kepiting jantan , bentuk abdomen itu segitiga meruncing, terbentuk dari deretan beberapa ruas  (gambar : 2).  Sedangkan kepiting betina bentuk abdomen seperti segitiga juga tetapi lebar, dibawahnya terdapat bulu-bulu (umbai-umbai) dimana telur-telurnya melekat ketika dierami. 

 

B. Habitat dan penyebaran

Kepiting Bakau  terdapat di wilayah perairan pantai  estuaria dengan kadar garam 0 sampai 35 ppt.  Menyukai perairan yang berdasar lumpur dan lapisan air yang tidak terlalu dalam  sekitar 10- 80 cm  dan terlindung,seperti di wilayah hutan bakau.  

Di habitat seperti itu kepiting bakau hidup dan berkembang biak. Dilaut dekat pantai, seringkali nelayan dapat menangkap kepiting bakau yang sudah dewasa dan mengandung telur.  Agaknya kepiting bakau menyukai laut sebagai tempat melakukan perkawinan , namun kepiting bakau banyak dijumpai  berkembangbiak didaerah pertambakan dan hutan bakau yang berair  tak terlalu dangkal (lebih dari 0,5 m).

 Habitat hutan bakau itulah habitat utama bagi kepiting untuk tumbuh dan berkembang, karena  memang subur dihuni oleh organisme kecil yang menjadi makanan dari kepiting bakau itu. Jadi cocok sebagai “ breeding gound” ( tempat memijah) dan “nursery ground”(tempat anak-anak kepiting berkembang/tumbuh)

 Kepiting bakau mempunyai daerah penyebaran geografis yang sangat luas , yaitu pantai wilayah Indo Pasific barat, dari pantai barat Afrika Selatan, Madagaskar, India, Sri Langka, Seluruh Asia Tenggara sampai kepulauan Hawaii; Di sebelah utara : dari Jepang bagian selatan sampai pantai utara Australia. Dan di pantai barat Amerika bagian selatan. (Moosa et al., 1985 dalam Mardjono et al., 1994).  

 

C. Daur hidup dan perkembangbiakan.

 Kepiting bakau ialah binatang Kelas Krustasea sama halnya dengan Udang. Badannya beruas-ruas yang tertutup oleh kulit tebal dari zat khitin. Karena itu secara periodik berganti kulit (moulting) yang memungkinkan binatang ini tumbuh pesat setelah ganti kulit .  Binatang yang masih muda berganti kulit lebih sering dibanding dengan yang tua. Sehingga yang muda tumbuh lebih cepat dari pada yang telah tua.  

Mekanisme ganti kulit itu sejalan pula dengan periodisitas dari saat perkawinannya. Bila Kepiting (juga Udang) sedang tumbuh kembang gonadnya  terjadi ketika kulitnya sedang keras (intermoult), sedangkan menjelang perkawinan, pasti terjadi proses ganti kulit (mating moult) sehingga kulit yang betina lunak memudahkan bagi pejantannya melakukan proses perkawinan, memasukkan sperma kedalam thelycum alat kelamin) betinanya.S.

Gambar

 

Daur Hidup 

Kepiting  betina yang sudah kawin dan memijah (melepaskan telur-telurnya), telur lalu dibuahi (fertilisasi oleh sperma yang sudah disimpan ketika perkawinan terjadi. Telur yang sudah terfertilisasi tidak dilepaskan kedalam air melainkan segera menempel pada rambut-rambut yang terdapat pada umbai-umbai di bagian bawah abdomen. Di Indonesia yang beriklim tropika telur itu “dierami” selama  20 – 23 hari sampai menetas tergantung tingginya suhu air.  Seekor induk betina kepiting bakau yang beratnya 100 gram (lebar karapas 11 cm) menghasilkan telur 1 – 1,5 juta butir. Semakin besar /berat induk kepiting, semakin banyak telur yang dihasilkan.

Telur yang baru difertilisasi ( dibuahi) berwarna kuning –orange . Semakin berkembang embrio dalam telur, warna telur akan berubah menjadi semakin gelap yaitu kelabu akhirnya coklat kehitaman ketika hampir menetas.  Induk yang mengerami telur biasa sedikit atau tidak makan sama sekali. Induk itu selalu menggerakkan kaki-kaki renangnya  dan sering tampak berdiri tegak pada kaki  dayungnya , agar telur-telur mendapat aliran air segar yang cukup oksigen.

Bila waktunya telur menetas, induk kepiting itu menggarukkan kaki-kaki jalan dan kaki dayungnya  terus menerus dengan cepat ,  untuk memudahkan pelepasan larva yang segera menyebar kesekelilingnya. . Disini fungsi kaki-kaki jalan itu penting, jika jumlahnya tidak lengkap atau cacat, akan mengganggu proses penetasan  tsb.

Hanya sebagian kecil saja telur yang tidak menetas dan akhirnya rontok tidak menetas.  Proses penetasan telur lamanya 3-5 jam. Telur yang baru menetas disebut stadia pre-zoea hanya dalam waktu 30 menit berubah menjadi stadia Zoea 1 .  Ada 5 sub stadia Zoea yaitu Zoea-1, Zoea-2, Zoea-3, Zoea -4 dan Zoea-5. Semakin lanjut sub –stadia, terjadi penambahan organ tubuh sehingga semakin sempurna untuk pergerakan, menangkap makanan dan metabolisme tubuhnya.  Setiap sub-stadia memerlukan waktu 3-4 hari untuk berubah menjadi sub-stadia selanjutnya. Sehingga tingkat Zoea seluruhnya memerlukan waktu 18-20 hari untuk menjadi  stadia selanjutnya yaitu megalopa.

Zoea-1 warna tubuh transparan, panjang tubuhnya 1,15 mm, matanya tidak bertangkai. Zoea-1 geraknya masih lamban, makanannya fitoplankton . dan zooplankton yang lamban geraknya yaitu Brachionus plicatilis.

Zoea-2  geraknya lebih gesit sejalan dengan semakin berkembangnya anggota tubuh baik dalam ukuran maupun jumlahnya.. Panjang  tubuhnya 1,50 mm .  Mata bertangkai. Makananya masih berupa fitoplankton yang ukurannya lebih besar seperti Tetraselmis chuii , Chaetoceros calcitran.  Kedua jenis fitoplankton itu selain sebagai pakan untuk Brachionus juga menyerap gas hasil metabolisme (metabolit) dari larva itu sendiri. Jadi sebagai pembersih air.

 Sub-stadia Zoea-3  , ukurannya  lebih besar 1,93 mm .Dapat memangsa nauplii Artemia.  Beberapa organ tubuhnya disajikan pada Seekor Zoea-3 dapat memakan nauplii artemia sebanyak 30 ekor per-hari.

Sub-stadia Zoea-4 ,panjang tubuhnya  2,4 mm.  Pada stadia ini telah terbentuk pleopoda (kaki renang) dan pereiopoda (kaki jalan). Tampak aktif berenang karena itu lebih aktif menangkap pakannya.

 Sub-stadia Zoea-5 panjang tubuhnya 3,4 mm, lebih efektif menangkap mangsanya dan geraknya lebih gesit.

Stadia berikutnya ialah Megalopa . Ukuran tubuhnya semakin besar, sehingga tidak lagi diberi pakan nauplii artemia melainkan dapat memakan artemia  instar-5 . Panjang karapas 2,18 mm (termasuk duri rostral), lebar karapas 1,52 mm ; panjang abdomen 1,87 mm panjang tubuh total (termasuk duri rostral) 4,1 mm.  Mempunyai pereopoda 5 pasang . Abdomen terdiri  7 segmen memanjang kebelakang. Stadia berikutnya ialah  Stadium Crab (kepiting muda). Bentuk dan anggota tubuhnya sudah seperti pada kepiting dewasa. Kebiasaannya cenderung di dasar perairan. Memakan makanan yang ada didasar atau yang tenggelam. Makanan yang diberikan berupa cacahan cumi-cumi, udang kecil dsb. Tetapi juga dapat memakan nauplii artemia yang planktonis.  Biasanya juga diberi pakan buatan berupa mikro pellet yang kaya nutrisi, seperti yang biasa untuk larva udang.

Pada Gambar:4 disajikan daur hidup dari Kepiting Bakau  khususnya masa larva sampai benih kepiting kecil (crablet). Pada kondisi normal di Panti Pembenihan (Hatchery) , lama waktu perubahan dari menetas sampai menjadi  stadium Megalopa  21-23 hari.  Dari Megalopa menjadi Stadium Crab-5  ialah 10-12 hari . Sehingga lama waktu pemeliharaan larva sejak telur menetas sampai menjadi benih kepiting  (crab-5) siap jual  hanyalah 30 – 35 hari.

Gambar 

Untuk di ketahui :

  1. Kepiting Bakau atau kepiting Lumpur (Scylla serrata), tempat hidup alami (habitat) nya di wilayah pantai berair payau, terutama di wilayah hutan bakau yang berlumpur tebal, saluran dan tambak-tambak, sampai menjangkau laut dekat pantai. 
  2. Sedangkan wilayah penyebarannya terbentang dari pantai timur benua Afrika sampai pantai timur  kepulauan Nusantara,  dan terbentang dari wilayah Jepang selatan sampai bagian utara benua Australia.
  3. Tubuh kepiting bakau terdiri dari ruas-ruas yang tertutup oleh  kulit tebal cangkang) dari bahan khitin. Untuk memungkinkan pertumbuhannya, secara periodic kepiting  berganti kulit (moulting) sebagaimana lazimnya pada binatang Kelas Krustasea dan Ordo Dekapoda  yang berkaki 10 (5 pasang).
  4. Bagian kepala dan dada (cephalus dan thorax) menyatu dan tertutup oleh  karapas (cangkang ). Kaki-kakinya nampak mencuat kesamping kiri dan kanan. Bagian Badan (abdomen) terdiri dari 6-7 ruas berbentuk segi-tiga yang melipat   dibawah bagian cephalothorax. Pada jantan, abdomen berbentuk segi tiga runcing, yang betina berbentuk segitiga melebar. 
  5. Kepiting  jantan dan betina dewasa pada ukuran berat 100 gram atau lebih. Jantannya lebih besar karena lebih cepat tumbuh disbanding yang betina. Bila kawin, kepiting jantang merangkul betina nya dari atas karapas, berlangsung 3-4 hari. Pada saat itu, betina berganti kulit. Dalam keadaan lukitnya masih lunak, terjadi kopulasi yaitu transfer spermatofora dari jantan kedalam kelamin betina. Sekali kawin, sperma yang disimpan didalam thelikum betina , cukup untuk membuahi telur-telur  hinga 2 kali pemijahan. 
  6. Selesai kawin, mereka berpisah, betinanya akan mengalami perkembangan telur didalam gonada-nya. Setelah matang gonad, telur akan dikeluarkan dan dibuahi oleh sperma yang diperoleh sewaktu kawin.  Sekali memijah, seekor kepiting betina bias menghasilkan  1 juta sampai 3 juta butir telur. Telur-telur yang telah dibuahi itu akan menempel dan nampak bertumpuk /bergumpal pada umbai-umbai (bulu-bulu kaki-kaki renang) dibawah andomen.
  7. Telur yang baru keluar berwarna kuning –oranye, sejalan dengan perkembangan embrio , telur berubah warna menjadi kelabu , sampai coklat kehitaman  menjelang menetas.  Lama waktu pengeraman temur  10-12 hari . Ketika mengerami telur, induk betina selalu mengerakkan kaki-kaki renang , sehingga telur-telur memperoleh aliran air dengan kadar oksigen cukup tinggi  yang  sangat dibutuhkan oleh embrio yang sedang tumbuh
  8. Telur menetas menjadi stadia Pre-zoea, yang dalam waktu hanya 30 menit berubah menjadi stadia Zoea  yang hidup sebagai plankton di air. 
  9. Zoea ber metamorfosa  menjadi berturut-turut Z-1, Z-2, Z-3 ,Z-4 dan Z-5. Setiap kali perubahan , zoea berganti kulit dan organ-organ tubuhnya semakin sempurna dan gerakannya semakin gesit serta ukuran tubuhnya bertambah besar.  Zoea hanya berukuran 1,4  – 3,2  mm panjangnya.  Megalopa panjang badannya 4 mm .
  10. Sejak menetas telur menjadi megalopa lamanya 18 0- 20 hari pada suhu air 20-32oC.  Kemudia Crabklet atau benih kepiting , berbentuk sudah seperti kepiting dewasa , panjangnya hanya 2 cm. Benih kecil ini cenderung hidup dan makan di dasar perairan. 

11. Kemudian  pada umur 50 hari setelah telur menetas  ukuran benih kecil itu hanya 2,3 cm.  Ukurannya dianggap cukup besar  setelah umur 70 hari sejak menetas atau di sebut crablet  instar 40.  yaitu 21 mm. Ini sudah dapat mulai di deder di kolam  yang subur dengan pakan alaminya. Dari stadium Z-1 sampai menjadi crablet-1 lamanya 30-40 hari .

  1. Makanan Stadia Z-1 sampai Z5 adalah fitoplankton Tetraselmis dan Chaetoceros yang di kultur didalam Pembenihan. Juga diberi Brachionus , zooplankton laut yang juga dapat dikultur. Dan nauplii Artemia yang baru ditetaskan dari kista. sedangkan  Makanan Megalopa  berupa Artemia yang ditetaskan umur 3 hari . Sedangkan Benih kecil (crablet diberi pakan Artemia tetasan umur 3 hari dan cacahan cumi-cumi, kerang atau udang-udang kecil. 

 

KEPITING, SUMBER ZAT GIZI PENTING

Kepiting dikenal sebagai salah satu makanan darilaut (seafood) yang digemari oleh masyarakat kita.  Kepiting adalah sumber protein yang baik (mengandung sekitar 18-19.5 gram protein per 100 gram).  Lihat tabel di bawah yang menyajikan komposisi zat gizi dari kepiting dibandingkan ikan/seafood lainnya.

Tabel 1.  Komposisi gizi berbagai spesies ikan dan makanan darilaut lain (per 100 g)

Spesies

Energi (kcal)

Air
(g)

Protein
(g)

Lemak
(g)

Kolesterol (mg)

Kalsium (mg)

Besi
(mg)

Riboflavin (mg)

Niacin (mg)

Kepiting

87

79.02

18.06

1.08

78

89

0.74

Lobster

90

76.76

18.80

0.90

95

0.048

1.455

Kerang

81

82.06

9.45

2.30

8

5.11

0.233

2.010

Tiram

88

78.57

16.78

0.76

33

24

0.29

0.065

1.150

Udang

106

75.86

20.31

1.73

152

52

2.41

0.034

2.552

Catfish

135

75.38

15.55

7.59

47

9

0.50

0.075

2.304

Cod

82

81.22

17.81

0.67

43

16

0.38

0.065

2.063

Grouper

92

79.22

19.38

1.02

37

27

0.89

0.005

0.313

Haddock

87

79.92

18.91

0.72

57

33

1.05

0.037

3.803

Halibut

110

77.92

20.81

2.29

32

47

0.84

0.075

5.848

Herring

158

72.05

17.96

9.04

60

57

1.10

0.233

3.217

Mackerel

205

63.55

18.60

13.89

70

12

1.63

0.312

9.080

Salmon

142

68.50

19.84

6.34

55

12

0.80

0.380

7.860

Salmon

116

76.35

19.94

3.45

52

0.77

Trout

119

71.87

20.48

3.46

59

67

0.70

0.105

5.384

Tuna

144

68.09

23.33

4.90

38

1.02

0.251

8.654

 

Sumber: U.S. Department of Agriculture, Composition of Foods, Agriculture Handbook no. 8-11.

Seperti dapat dilihat pada tabel di atas, kepiting juga merupakan sumber kalsium yang baik (89 miligram per 100 gram).  Kita tentu tahu bahwa kalsium adalah zat gizi penting dalam pembentukan tulang dan gigi.  Menabung kalsium sejak usia dini juga penting bagi tercapainya kepadatan massa tulang optimal untuk menghindari osteoporosis di usia lanjut nanti.

Perlu juga dicatat bahwa kepiting juga mengandung EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid) yaitu komponen asam lemak Omega-3 yang penting dalam pembentukan membran sel otak pada janin sejumlah 0.3 gram (Brown et al. 2008).  Dengan demikian kepiting baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk optimalisasi pertumbuhan otak janin yang dikandungnya. 

Lemak, kolesterol, dan alergen

Daging kepiting hanya sedikit mengandung lemak (sekitar 1 gram per 100 gram), lebih sedikit jika dibandingkan dengan daging ayam (sekitar 6-10 gram per 100 gram) atau daging kambing (11-12 gram per 100 gram).  Demikian juga kandungan asam lemak jenuhnya relatif rendah (0.1 gram per 100 gram) jika dibandingkan daging ayam (2.2-2.6 gram per 100 gram) dan daging kambing (4.3 gram per 100 gram).  Di samping itu, seperti telah disebutkan sebelumnya, daging kepiting juga mengandung asam lemak Omega-3 sedangkan daging ayam dan daging kambing tidak. 

Kekhawatiran terhadap kandungan kolesterol tinggi tidak perlu terjadi saat mengonsumsi kepiting karena kandungan kolesterol kepiting tergolong rendah (78 miligram per 100 gram).  Kandungan kolesterol tersebut kurang lebih setara dengan daging ayam panggang tanpa kulit (75 miligram per 100 gram). Sebagai perbandingan, satu butir telur ayam mengandung 212 miligram kolesterol, udang sekitar 110-150 miligram per 100 gram, dan termasuk tinggi kolesterol adalah otak (sekitar 1500 miligram per 100 gram) dan hati (sekitar 500 miligram per 100 gram).  Faktor lain yang mempengaruhi kenaikan kadar kolesterol dalam darah adalah konsumsi asam lemak jenuh (saturated fatty acid), dan telah diungkapkan sebelumnya bahwa kandungan asam lemak jenuh dari daging kepiting tergolong rendah.  Jadi tidak perlu khawatir dengan kadar kolesterol darah anda ketika makan daging kepiting.

Kekhawatiran lain sehubungan dengan konsumsi daging kepiting adalah sama dengan kekhawatiran mengonsumsi makanan darilaut lainnya, yaitu takut alergi. Alergi adalah reaksi imunologis terutama imunoglobulin E (IGE) tubuh terhadap kehadiran protein spesifik.  Biasanya ditandai dengan gatal-gatal dan kulit kemerahan.  Pada tingkat yang parah alergi dapat menyebabkan sulit bernapas.  Sesungguhnya alergi adalah peristiwa yang tidak sederhana dan ditentukan juga oleh faktor genetik di samping faktor lingkungan.  Belum sempurnanya sistem imun saat bayi dilahirkan juga dapat memicu reaksi alergi.  Protein dikenal sebagai salah satu alergen (pemicu alergi), termasuk tentunya protein dari susu, telur, kacang-kacangan, dan makanan darilaut.  Namun jika tidak ada riwayat alergi dalam keluarga dan jika anda tidak mengalami tanda-tanda alergi, berarti anda aman mengonsumsi daging kepiting. 

Cangkang Kepiting Dapat Menjadi Obat Kanker

Menurut Dr. Matsunaga dari Asta Clinic, Nagoya yang juga menjadi Presiden Association of Chitosan, manfaat kulit kepiting dan udang itu sudah menjadi perhatian mereka sejak 10 tahun lalu. Dari hasil penelitian yang ditemukan oleh para ilmuan Jepang tersebut, diketahui bahwa kulit kepiting terkandung zat kithin yang dikenal sangat efektif untuk menekan pertumbuhan pertumbuhan kanker dan menurunkan kolesterol dalam tubuh. Kemampuan zat kithin ini untuk menekan pertumbuhan sel kanker, salah satunya telah dibuktikan dalam sebuah eksperiman yang dilakukan Profesor Suzuki Shigeo dari Universitas Farmasi Tohoku Jepang. Unsur zat kithin yang memiliki rangkaian molekul lebih dari 1 juta itu, sebenarnya tidak hanya terdapat dalam cangkang kepiting saja.

Kandungan Vitamin Dalam Kepiting

Tahukah anda bahwa makan kepiting itu sangat baik untuk tubuh kita? mari kita lihat kandungan vitamin dalam daging kepiting.

Kepiting sangat kaya akan protein.Kandungan protein kepiting kurang lebih sekitar 22 gr/100 gr. Kandungan asam aminonya juga berprofil lengkap. Asam amino yang jumlahnya paling tinggi tiap 100 gramnya adalah glutamate 3474 mg, aspartat 2464 mg, arginin 1946 mg, lysine 1939 mg dan leusin 1768 mg.

Kepiting juga kaya asam lemak omega-3. Seperti halnya hasil hewani laut lainnya, kepiting juga kaya asam lemak omega-3 yaitu sebesar 407 mg /100 gr.Omega-3 sangat bergauna untuk otak. Pemberiaan sejak dari janin dalam kandungan sangat baik untuk proses tumbuh sel-sel otak dan kecerdasan anak.

Kepiting mempunyai tinggi kandungan vitamin B12.Kepiting juga mengandung vitamin B12 yang tinggi yaitu sekitar 10,4 mcg/100 mg. Kandungan ini sudah mampu mencukupi kebutuhan harian vitamin B12 sebesar 174%. Selain itu kepiting juga mengandung niacin dan riboflavin dalam jumlah yang cukup baik untuk kesehatan.vitamin ini untuk membantu perkembangan normal otak manusia.

 

Sumber:

Brown, Judith et al.  2008.  Nutrition through the Life Cycle.  Thomson Wadsworth.  Australia.

U.S. Department of Agriculture, Composition of Foods, Agriculture Handbook no. 8-11 dalam Encyclopedia Brittanica Online.  Diakses tanggal 16 Mei 2008.

http://penyuluhpi.blogspot.com/2012/06/mengenal-kepiting-soka.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepiting

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/2239417-cangkang-kepiting-dapat-menjadi-obat/#ixzz2COP2LONX

2 thoughts on “YUK, KITA MENGENAL KEPITING SOKA

  1. Ping-balik: YUK, KITA MENGENAL KEPITING SOKA | pitriajuliani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s