Dampak Kapal laut Terhadap IPTEK Dalam Pemenuhan Kebutuhan Sekunder

LATAR BELAKANG

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi.

Contoh: pendidikan , pariwisata, rekreasi, transportasi, komunikasi dll.

Dalam bab ini saya akan membahas salah satu contoh transportasi laut yaitu Kapal Laut.

 Gambar

 

 

TUJUAN PEMBAHASAN

Agar para pembaca dapat mengetahui dampak positif dan dampak negative yang disebabkan oleh kapal laut dalam pemenuhan kebutuhan sekunder.

 

PEMBAHASAN

Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

A.  Apa Kapal itu?

Kapal, adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb) seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti sekoci. Sedangkan dalam istilah inggris, dipisahkan antara ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil. Kapal digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan yang diawali oleh penemuan perahu.

B.   Perkembangan Kapal Laut

  • Industri perkapalan di Indonesia berawal dari sebuah bengkel tempat mereparasi kapal. Kemudian bengkel itu berkembang menjadi industry yang merancang dan membangun kapal sebagai sarana transportai laut, dan dioperasikan oleh PT. Pelayaran Laut Nasional Indonesia (PT.Pelni). Industri kapal Indonesia dimotori oleh PT. PAL Indonesia. Perusahaan ini merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pendirian perusahaan kapal masa pemerintahan Hindia Belanda. Ide pendirian bengkel reparasi kapal laut ini dimunculkan oleh Gubernur jendral   Hindia Belanda V.D. Capellen. Nama perusahaan itu adalahNV.Nederlandsch Indische Industrie.
  • Pada tahu8n 1849, sarana perbaikan dan pemeliharaan kapal mulai terwujud di daerah Ujung, Surabaya. Namun, pada tahun1939 pemerintah Hidia Belanda mengganti nama menjadi Maarine Estabilishment (ME). ME berfungsi sebagai sebuah paberik pemeliharaan dan perbaikan kapal. Pada masa kedudukan Jepang, ME tidak berubah fungsi dan tetap menjadi bengkel reparasi dn perbaikan kapal-kapal Angkatan Laut Jepang dibawah pengawasan Kagiun. Tetapi pada masa perang kemerdekaan, ME kembali dikuasai Belanda dan baru diserahkan kepada Indonesia pada 27 Desember 1949. Sejak saat itu, nama perusahaan kapal laut tersebut diubah menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL).
  • Pada tahun 1978, status PT. PAL diubah menjadi perusahaan umum (Perum) PAL Tiga tahun kemudian, yaitu tahun 1981 bentuk badan uasaha Perum PAL diubah menjadi perseroan dengan pimpinan Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie (saat itu menjadi Mentri Riset dan Teknologi). PT. PAL memproduksi berbagai jenis kapal, mulai dari kapal ikan, kapal niaga, kapal perang, tugboat, tanker, kapal penumpang, dan kapal riset. Kapal riset buatan PT PAL adalah kapal Baruna Jaya VIII.

Perkembangan sistem transportasi laut pada dewasa ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi tersebut telah membuat bangsa Indonesia dapat memproduksi kapal angkut penumpang, yaitu kapal Palindo Jaya 500. Kapal tersebut diluncurkan pertama kali pada bulan Agustus 1995. Kapal tersebut dibuat untuk menunjang sarana transportasi laut yang lebih cepat dan aman.

C.     Dampak Kapal Laut

Dampak Positif :

  • Sebagai alat transportasi antar pulau ,antaralain :
  1. 1.     Sebagai sarana pengiriman barang : Kapal barang/ cargo

Gambar

  1. 2.     Sebagai sarana wisata : Kapal pesiar

  Gambar             

  • Sebagai mata pencaharian bagi para nelayan untuk mencari nafkah

Dampak Negatif:

  • Rusaknya ekosistem bawah laut, terdiri dari :
  1. 1.     Rusaknya terumbu karang

Gambar

  1. 2.     Matinya ikan dilaut

  Gambar           

  • Berpengaruh terhadap polutan air laut, yang disebabkan :
  1. 1.     Tumpahan minyak dari kapal tanker, Limbah minyak bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif. Limbah minyak merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3), karena sifatnya, konsentrasi maupun jumlahnya dapat mencemarkan dan membahayakan lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

 Gambar

  1. 2.     Pengendapan barang yang di produksi sisa manusia

 Gambar

  1. 3.     Limbah sampah anorganic, sumber daya alam dan tidak dapat diuraikan oleh alam sehingga dapat mengotori laut, Contohnya: botol plastik, tas plastik, kaleng.

 Gambar

  1. 4.     Pengeboran lepas pantai,  Peralatannya dapat mendorong asam atau pasir ke dalam reservoir sehingga membuat air menjadi kotor.

 Gambar

  1. 5.     Kecelakaan kapal

 Gambar

 

KESIMPULAN :

Setiap sarana transportasi baik udara, darat, maupun laut memiliki dampak baik positif maupun negative terhadap kehidupan manusia dan kehidupan lainnya seperti sarana transportasi kapal laut.

 SARAN :

Untuk itu kita sebagai pengguna harus menggunakan sarana transportasi dengan baik sehingga tidak merugikan dan merusak lingkungan sekitar.

 

Referensi :

http://theotherofmyself.wordpress.com/tag/perkembangan-kapal-laut 

http://wasilatulhuda.blogspot.com/2012/01/contoh-makalah-tentang-dampak.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebutuhan

http://id.wikipedia.org/wiki/Rig_pengeboran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s